Photo Hunting @Kota Tua
Hari Rabu kemaren, gw, Hot, RQ, VQ, Fred, Alfred, jalan-jalan ke kota tua. Jam 4 pagi kita sudah berangkat menuju kesana, ngantuk ==!.
Sampai di sana yang ada malah orang-orang nongkrong, pedagang-pedagang. Bah, kotor banget ni tempat, makin ke tengah makin bau pesing. =( Ditambah lagi cuaca mendung & agak gerimis jadinya gak ada matahari sama sekali. Kecewa sih, tapi semangat hunting gak pupus, hajar terus hehe.
Ini hasil-hasilnya. Gw harap pada enjoy liat foto nya, masih ada lagi beberapa yang belum dicuci hehe. Lagi proses belajar juga pakai kamera film. Segala masukan akan sangat berharga. Thx a lot. GBU =)
(I’m using Nikon F-801 with 35-135 mm lens. It’s an old camera. ^ ^)

Merenung

Lari Pagi

Sudah pagi toh?

Malas Pulang

Thinking About You

Pegawai Kantor Pos nya ni
Doa Seorang Ayah
Bagi yang pernah ke rumah saya pasti pernah melihat foto di sebelah kiri tangga di ruang tamu, ada foto saya dipangku oleh Alm. Ayah saya dan tepat di bawah foto tersebut ada sebuah pigura bukan berisi foto tapi tulisan cetakan. Tulisan itu adalah sebuah doa, doa dari seorang Jenderal besar yaitu Jenderal Douglas MacArthur.
Waktu pertama kali Ayah saya mau memasang gambar tersebut di dinding, dia berkata, “Gus, sama seperti si MacArthur ini berdoa untuk anaknya, ini doa bapak untuk kau, semua bapak di dunia ini pasti kepingin anaknya seperti yang dicita-citakan sama Jenderal ini. Aku sayang kali sama kau. Jadi, kau cobalah baca-baca tulisan si MacArthur ini.”
Sewaktu Ayah saya masih hidup, jujur saja, saya tak pernah menoleh apalagi melihat tulisan itu, tetapi sejak Ayah saya dipanggil Tuhan, saya menyempatkan tiap hari melihat foto tersebut dan membaca doa tersebut, mata saya berkaca-kaca dan saya bertanya dalam hati, “Sudah sampai mana saya mendekati doa ayah saya tersebut?”
Saya belum menikah, apalagi menjadi seorang Ayah, tapi doa ini patut direnungi oleh setiap ayah dan setiap anak. Doa ini mengenai sebuah impian seorang ayah kepada anaknya.
A Father Prayer by General Douglas MacArthur (May 1952)
Build me a son, O Lord, who will be strong enough to know when he is weak, and brave enough to face himself when he is afraid; one who will be proud and unbending in honest defeat, and humble and gentle in victory.
Build me a son whose wishbone will not be where his backbone should be; a son who will know Thee and that to know himself is the foundation stone of knowledge.
Lead him I pray, not in the path of ease and comfort, but under the stress and spur of difficulties and challenge. Here let him learn to stand up in the storm; here let him learn compassion for those who fail.
Build me a son whose heart will be clear, whose goal will be high; a son who will master himself before he seeks to master other men; one who will learn to laugh, yet never forget how to weep; one who will reach into the future, yet never forget the past.
And after all these things are his, add, I pray, enough of a sense of humor, so that he may always be serious, yet never take himself too seriously. Give him humility, so that he may always remember the simplicity of true greatness, the open mind of true wisdom, the meekness of true strength.
Then, I, his father, will dare to whisper, have not lived in vain.
Daily Bible Verse
One thing I do: Forgetting what is behind and straining toward what is ahead, I press on toward the goal to win the prize for which God has called me heavenward in Christ Jesus.
- Philippians 3:13-14 (Read all of Philippians 3)
New International Version
Daisuke Mewujudkan Impiannya
[Artikel di bawah ini saya ambil dari harian Kompas, Sabtu, 2 Mei 2009. Sangat menggugah saya. Keliling dunia naik pesawat itu wajar, bahkan Around the World in 80 Days terasa wajar setelah kita membaca kisah yang satu ini. Enjoy!]
Jika pada hari-hari ini Anda melintas di jalan-jalan di Pulau Jawa, ada kemungkinan Anda bertemu dengan seorang warga negara Jepang yang mengendarai sepeda. Jangan ragu untuk menyapa dia karena Daisuke pasti senang berkenalan dan memperoleh dukungan Anda.
Oleh
J. WASKITA UTAMA
Sosok Daisuke Nakanishi, begitu nama lengkapnya, tak sulit dikenali. Tubuhnya langsing dan liat dengan warna kulit lebih gelap dibandingkan umumnya orang Asia Timur. Topi tak pernah lepas dari kepala, melindungi wajahnya yang mulai dimakan usia dari terpaan sinar matahari. Namun, ciri paling jelas untuk mengenalinya adalah setengah lusin tas yang bertumpuk dan terikat bergelantungan di sepedanya.

Berbekal sepeda itu, Daisuke mewujudkan impiannya mengelilingi dunia. Sejak meninggalkan Osaka, 23 Juli 1998, Daisuke mengayuh sepedanya melewati pengunungan bersalju dan gurun tandus, melintasi batas negara dan benua. Tak hanya sekali, sarjana ekonomi lulusan Universitas Osaka ini telah dua kali mengelilingi bumi.
Indonesia adalah negara ke-125 yang disinggahi Daisuke. Saat mendarat di Jakarta, Jumat (24/4), setelah menempuh perjalanan laut selama 27 jam dari Batam, alat pengukur jarak di sepedanya menunjukkan angka 144.165 kilometer.
Sejauh itu pula dia mengayuh sepedanya selama hampir 11 tahun. Selama itu, hanya tiga kali Daisuke pulang ke Jepang. ”Ketiganya karena berurusan dengan bank, ” ujarnya.
Buat sebagian orang, yang dilakukan Daisuke adalah ulah orang kurang kerjaan yang mencari sensasi. Tetapi, Daisuke punya alasan sendiri menjalani pilihan hidup yang tidak biasa ini.
“Saya suka naik sepeda. Saya senang bertemu orang dan mengenal kebudayaan mereka. Saya bermimpi untuk memiliki satu juta teman di seluruh dunia. Itulah yang saya jalani sampai sekarang, ” ujarnya.
Mencari teman
Misi yang dibawa Daisuke pun sederhana, yaitu mencari teman sebanyak-banyaknya.Untuk mewujudkan itu, tak jarang dia harus berhadapan dengan situasi sulit yang mengancam jiwanya.
Di kenya, misalnya, Daisuke terserang penyakit malaria. Beruntung, saat dia terbaring sendirian, pertolongan medis datang tepat waktu. Pada lain kesempatan, di dataran tinggi Patagonia, Amerika Selatan, Daisuke harus bertahan menghadapi embusan angin dingin yang membekukan.
Namun, pengalaman yang paling menakutkan dialamaninya adalah saat berkemah di tengah padang gurun di Namibia. Dua heyna berkeliaran di luar tendanya dan baru menyingkir sekitar dua jam kemudian.
“Penduduk setempat bercerita, heyna bisa membunuh manusia. Saya takut setengah mati dan hanya bisa duduk terpaku. Senjata saya hanya sebilah pisau kecil yang biasa saya pakai untuk memasak. Malam itu saya tak bisa tidur,” katanya.
Beberapa kali Daisuke juga kehilangan miliknya karena dicuri orang, termasuk kehilangan sandal di kapal dalam pelayaran menuju Jakarta. ”Someone stole my sandals on the boat,” tulisnya dalam situs daisukebike.be.
Semua pengalaman unik itu berawal dari kesukaan Daisuke pada sepeda. Lahir di Kawanishi, kota kecil dekat Osaka, 6 Maret 1970, Daisuke belajar naik sepeda pada usia 10 tahun. Didorong sang ayah, Ikuo Nakanishi, Daisuke mulai bersepeda bersama kakak laki-lakinya hingga Kyoto atau Nara.
Kegemaran ini berlanjut pada masa kuliah. Dia bergabung pada klub sepeda di universitas dan kerap berkeliling Jepang. Tahun 1990, Daisuke untuk pertama kali bersepeda di luar negeri, dari Los Angeles ke New York, AS, selama 48 hari.
Dalam perjalanan itu, panas terik di tengah Gurun Mojave membuat Daisuke kelelahan dan kehilangan kesadaran. Beruntung, seorang pria yang hanya dikenalnya sebagai Mr. Don melintas dan memberinya minum. Keramahan orang-orang yang ditemuinya di jalan membuat Daisuke ketagihan. Dia pun membuat empat ekspedisi lain mengunjungi 19 negara dan memancang targetnya mengelilingi dunia.
Selepas kuliah tahun 1992, Daisuke bekerja di perusahaan konstruksi selama enam tahun. Setelah berhasil mengumpulkan 50.000 dollar AS dan memesan sebuah sepeda touring, dia meninggalkan Jepang menuju Anchorage, Alaska, untuk memulai perjalanan.
Dimulai dari Alaska
Dari Alaska, Daisuke bersepeda ke selatan hingga Peru, kemudian terbang ke Swedia untuk berkeliling Eropa Barat. Dia melanjutkan perjalanan sampai Afrika Selatan, lalu terbang ke Thailand, Australia, dan Selandia Baru, sebelum kembali ke Amerika Selatan.
Kali ini Daisuke menetap cukup lama dan mengeksplorasi Amerika Selatan selama empat tahun sehingga membuat dia fasih berbahasa Spanyol. Dari sini dia kembali ke pantai timur AS, disusul Eropa Timur, Afrika Utara, Timur Tengah, India, dan Asia Tenggara.
Daisuke mengaku bukan perencana yang baik, tetapi selalu menyusun rencana untuk perjalanannya. Rencana perjalanan disusun bermodalkan peta, masukan dari sesama pengeliling dunia, atau warga setempat.
Misi yang sederhana membuat Daisuke tak terlalu berambisi bertemu para pejabat dan orang penting dalam perjalanannya. Namun, dengan bantuan para sahabat baru yang ditemuinya di jalan, dia bisa bertemu sejumlah tokoh, seperti pendaki pertama Everest, Sir Edmund Hillary di Selandia Baru, legenda sepak bola Pele di Brasil, mantan Presiden AS Jimmy Carter, pelari maraton ternama Haile Gebrselassie di Etiopia, dan mantan Presiden Polandia Lech Walesa.
Pilihan Daisuke untuk mengelilingi dunia dengan sepeda bukannya tak mendapat tantangan keluarga. Meski mendukung kegemaran anaknya bersepeda, Ikuo kerap meminta Dasiuke pulang dan menetap di Jepang.
“Ayah bekerja 40 tahun di perusahaan yang sama, jadi mengelilingi dunia dengan sepeda dianggapnya terlalu berisiko. Saya memang tak punya rumah, pekerjaan, dan keluarga. Tetapi inilah impian saya dan saya bisa mewujudkannya. Ini cara saya menjalani hidup. Akhirnya, dia bisa juga menerima,” ujar Daisuke.
Dengan kerja keras dan pengorbanan, Daisuke mampu mewujudkan mimpinya. ”Saya kasihan pada orang yang hanya sekadar menjalani hidup dan tak punya mimpi. Hidup hanya satu kali dan itu harus dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Meski demikian, selalu ada akhir untuk semuanya. Setelah bersepeda menuju Yogyakarta dan Bali, Daisuke berencana mengunjungi beberapa negara Asia Tenggara lain, seperti Filipida, Myanmar, dan Laos sebelum mengakhiri perjalanannya tahun ini.
“Bekal saya sudah menipis. Lagi pula, akhir tahun ini ada peringatan 30 tahun Kelompok Petualang Bersepeda Jepang dan mereka meminta saya hadir,” ujarnya.
Setelah impiannya terwujud, apa rencana Daisuke berikurnya?
“Saya belum tahu. Mungkin menulis buku tentang perjalanan ini atau membuat pameran foto yang saya kumpulkan. Tetapi yang pasti saya harus mencari kerja. Setelah itu, mungkin membuat mimpi yang baru,” ujarnya.
GBU Daisuke
Gambatte kudasai!
- [APWS] -
Sukses Karir dan Bisnis Menurut Alkitab
1. How To Start Your Career / Business
a. Clear Vision
Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. (1 Kor. 9:26 )
Kita harus mempunyai Visi yang dari Tuhan sendiri, jadi kita tidak terprovokasi oleh lingkungan, saudara kita maupun teman kita. Harus kita mengakui, kadang orangtua kita, saudara kita mengharapkan kita menjadi seperti apa yang mereka inginkan atau cita-citakan, kadang kita pun sering terikut teman. Kita melihat teman kita sukses berbisnis, kita ikut, dan begitu pula karir sebagai professional. Tapi semuanya itu akan sia-sia jika tidak ada Visi dari Tuhan. Mungkin bisa saja kita terlihat sukses, tetapi tidak sesuai dengan maksud Tuhan, sehingga hidup kita tidak akan sejahtera.
Tanya Tuhan, harus menempuh jalur apakah kita dalam hidup ini?
Jika Visi dari Tuhan, percayalah, akan indah pada waktunya.
Contoh dalam Alkitab yang menuruti Visi dari Tuhan. Professional (Daniel) & Enterpreneur (Abraham)
b. By Process
TUHAN, Allahmu, akan menghalau bangsa-bangsa ini dari hadapanmu sedikit demi sedikit; engkau tidak boleh membinasakan mereka dengan segera, supaya jangan binatang hutan menjadi terlalu banyak melebihi engkau. (Ul. 7:22)
Sedikit demi sedikit? Kenapa harus sedikit demi sedikit? Inilah yang membedakan Visi dari Tuhan dan yang bukan Visi dari Tuhan. Proses. Jika Visi dari Tuhan, kita akan mengalami proses. Visi dari dunia, kita akan diberi instant success.
Proses membuat kita kuat, melatih kita agar tidak cepat putus asa. Yang lebih penting, proses membuat kita bergantung kepada Tuhan. Tidak mengandalkan kekuatan sendiri.
Instant Success membuat kita terlena. Membuat kita merasa kesuksesan kita adalah karena usaha kita sendiri. Tuhan tidak dimuliakan dengan Instant Success. Tujuan kita adalah agar Tuhan dimuliakan dalam setiap langkah kita, makadari itu apabila kita mengalami proses, orang-orang akan melihat bahwa Tuhan telah menolong kita kuat dalam menghadapi proses. It is God that puts you at the top, not you, then God be glorified.
2. How To Build Your Career / Business
a. Build Your Career / Business with the Kingdom Principles
Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. (Mzm. 127:1-2)
“Mana mungkin kita bisa berhasil kalo gak sogok sana sogok sini!!”.
“Belajar? Beli bocoran aja lah, kita patungan.”
Pernah mendengar / bahkan terlibat percakapan seperti di atas? Melakukan jalan pintas untuk masuk PNS, untuk mendapatkan proyek besar, dan masih banyak lagi contoh lain. Saya pernah melakukannya. SIM yang saya pegang saat ini adalah SIM ‘tembak’ 10 tahun yang lalu. Apakah itu dapat dibenarkan? Tidak sama sekali. Lalu mengapa kita melakukannya? Karena kita merasa tanpa melakukan itu kita tidak akan bisa maju melangkah.
Lalu dimana posisi Tuhan dalam hidup kita? Yang benar adalah orang lain boleh sogok menyogok, kita jangan. Orang lain boleh menjilat, kita jangan. Orang lain terburu-buru mengejar target, kita tanya Tuhan terlebih dahulu.
He is the God of the Impossible. Impossible is nothing before Him.
Percayalah, jika kita melangkah dengan Iman dan prinsip Kerajaan Surga dalam karir dan bisnis kita, tembok setebal tembok Yerikho pun pasti runtuh. Solusinya hanya doa dan bertindak sesuai prinsip Alkitab. Jangan jadi orang Kristen kacangan. Praktikkan prinsip-prinsip yang diajarkan Tuhan melalui Alkitab dalam kehidupan kita.
b. Act with Courage
Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. (Yos 1:3)
Menginjak dalam bahasa Ibrani adalah darak yang berarti derap langkah prajurit. Langkah prajurit mantap / pasti, penuh dengan keberanian, dan mengintimidasi musuh.

Kapankah hidup kita tidak bergesakan dengan yang namanya risiko? Tidak akan pernah. Selalu ada risiko mengikuti kemanapun kita pergi. Risiko membuat kita takut. Kita takut berinvestasi karena ada risiko kehilangan uang. Kita takut berbuat sesuai dengan Prinsip Kerajaan Surga (tidak sogok, dll.) karena ada risiko diejek dan dikucilkan. Kita takut bermimpi karena ada risiko tidak tercapai. Setiap hari setiap saat ada risiko. Lalu kenapa kita harus takut? Tuhan sudah berjanji akan memberikan setiap tempat yang kita injak dengan berani (darak).
Musuh menyerang kita, kita takut. Jika kita diam, kita akan mati konyol. Kita maju menyerbu ke depan, ada risiko mati (tetapi belum tentu mati). Pilih mana? Saya memilih angkat senjata walaupun ada risiko. Maju ke depan dengan keberanian dan berpegang pada janji Tuhan. Kita maju dengan pengharapan.
Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian. (2 Kor. 3:12)
Berani tidak sama dengan nekad. Faktor yang membuat kita berani adalah penuh perhitungan dan percaya dengan iman bahwa Tuhan pun turut bekerja.
c. Have the Spirit of Excellence
Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. (Mat. 5:41)
Kita pasti pernah suatu waktu disuruh oleh orang tua kita untuk membeli sesuatu dan kita menurut dengan menggerutu. Atau kita pasti pernah diperintahkan oleh atasan kita untuk meng-fotocopy dan akhirnya kita menyuruh office boy.
Oke, mungkin contoh di atas membuat kita berkata dalam hati, “Wah itu sih keterlaluan banget, gue selalu nurut dengan orang tua gue & gak pernah nolak kalo diminta. Bukan gue banget tuh.”
Nah bagaimana dengan situasi yang seperti ini? Kita diminta untuk mengetik suatu proposal dan diharapkan selesai dalam waktu 10 hari dan kita menyelesaikannya tepat 10 hari.
“Lho bagus dnk….kan emang harus gitu. Dimana salahnya?”
Salahnya adalah bukan sikap seperti itu yang diperintahkan Tuhan. Tuhan berkata, siapapun yang memaksa kita berjalan satu mil (anggap saja kita dipaksa dengan cara ditodong dengan pisau / tombak), kita akan berjalan bersama dia sejauh dua mil. Jika kita diminta untuk menyelesaikan proposal 10 hari, kita akan menyelesaikan sebelum 10 hari.
That’s the Spirit of Excellence.
Diminta 10 hari selesai 10 hari itu sikap orang rata-rata. Kita Anak Tuhan harus di luar rata-rata, diminta 10 hari, selesai 8 hari.
The Spirit of Excellence tidak mengenal SARA. Mungkin anda minoritas di kantor anda, di lingkungan anda, di kota anda, atau dimanapun anda berada. Jika anda bertindak dan bekerja dengan Spirit of Excellence, tidak ada namanya minoritas. Anda akan segera dikenal orang karena etos kerja anda tersebut.
Untuk mendapatkan hasil berbeda, harus menempuh jalan yang berbeda juga.
Lalu dengan memiliki Spirit of Excellence kita memuliakan Tuhan. Artinya kita tidak pernah meremehkan / menyepelekan segala sesuatu. Bos kita adalah Tuhan. Kita akan mengerjakan segala sesuatunya PERFECT untuk Dia.
3. How To Sustain at the Top
Lalu setelah kita mencapai puncak karir kita apa yang harus kita lakukan?
a. Integrity
Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya. (Ams. 11:3)

Integritas adalah kekonsistenan tindakan, nilai-nilai, metode, prinsip-prinsip, dan pengharapan kita.
Kerja keras membawa kita sampai ke puncak, tetapi integritas yang mempertahankan kita tetap di puncak. Maksudnya adalah walaupun kita sudah sampai di puncak, kita tetap memegang teguh tindakan, nilai-nilai, metode, prinsip-prinsip, dan pengharapan kita sama seperti kita belum sampai di puncak.
Berapa banyak orang kita lihat sampai di puncak kesuksesan, ketenaran, dan kekayaan, tetapi pada akhirnya dia menghabiskan waktunya mabuk-mabukan, berjudi, obat-obatan terlarang, dan lain sebagainya. Sikapnya pada waktu sampai di puncak 180o berbeda dengan sikapnya pada waktu mengejar kesuksesan tersebut.
Semakin tinggi posisi kita, semakin kencang juga angin yang bertiup. Banyak godaan, banyak musuh yang mengincar posisi kita, iblis mencoba mengganggu semuanya dengan cara mengkutak-katik keluarga kita, menyerang dengan penyakit, menyodorkan kepada kita zona nyaman yang baru, dan cara-cara lainnya. Tetapi kita tidak perlu takut, jika kita memiliki integritas, Tuhan akan bela kita.
b. Get Out from Your Comfort Zone
Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” (Luk. 5:4-5)
Setelah kita sampai di puncak, kita pasti merasa puas diri. Tak perlu kecil hati, begitulah manusia. Yang perlu kita lakukan adalah menyadari bahwa potensi kita masih belum tergali semua. Keluarlah dari zona nyaman untuk ikan yang lebih besar.
Jangan pernah puas diri. Puas diri mengundang setan membangkitkan roh kesombongan kita. Puas diri membuat kita lengah dan mulai melihat-lihat ke sekeliling dan membandingkan diri kita dengan mereka. Dan pada akhirnya kita menjadi sombong. Puas diri membuat musuh-musuh kita dengan mudah menyerang kita karena kita memperlonggar pertahanan kita.
Success is a journey, not a destination. Jangan pernah berhenti. Maju terus.
c. Thinking Out of the Box (Be Creative)
Pada saat anda sampai di puncak, anda merasa sudah selesai semua, tidak ada ide lagi untuk hal-hal baru. Siapa yang bilang? Kalo di pinggir pantai ikan sudah habis, pergilah ke tengah pantai dengan berani. Jangan berhenti berpikir. Tanya Tuhan apakah yang anda perlu lakukan selanjutnya, Ia akan memberikan anda ide-ide baru.

Ingat cerita Zakeus? Ia mungkin pendek, tapi ia tak kehilangan akal untuk mendapatkan cara supaya dapat melihat Yesus. Ia pun memanjat pohon. Hasilnya, Tuhan pun memanggilnya, makan di rumahnya dan satu isi rumah Zakeus diselamatkan.
Berpikirlah lain dari yang biasanya.
Lebih banyak emas yang telah ditambang dari pemikiran manusia ketimbang dari bumi.
- Napoleon Hill -
Selamat menempuh jalur kesuksesan.
GBU.
- APWS -
[Artikel ini diringkas dari Khotbah Pdt. DR. Ir. Bob Foster, M.M. pada waktu doa malam GBI R.O.C.K. Jakarta, Menara Gracia, Jumat, 1 Mei 2009, pkl. 22.00. Beliau adalah seorang Enterpreneur, pemilik dari Ganesha Operation (GO), dan Rektor Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (Unibi), dan wakil gembala GBI R.O.C.K. Bandung. Banyak kesaksian Beliau yang tidak mungkin saya ringkas di sini karena terlalu banyak.]
Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
- Lukas 5:1-6 -
Kripik Harian
Create in me a pure heart, O God, and renew a steadfast spirit within me.
- Psalm 51:10
Kripik Harian
Each person has an ideal, a hope, a dream which represents the soul. We must give to it the warmth of love, the light of understanding and the essence of encouragement.
- Colby Dorr Da
Beranikah anda bermimpi?
Yes, hari ini kita bicara tentang mimpi. What?? mimpi?? gak salah? kaya anak-anak loe bermimpi.
Oke-oke, saya ganti deh topiknya menjadi ‘impian’….nah kan, jadi beda sekarang hehe. Masihkah anda punya waktu untuk menjelajahi hati dan pikiran anda? Apakah yang anda impikan selama ini? Hmm…mungkin belum mengena ya pertanyaannya? oke deh kita bahas pelan-pelan ^ ^
Pasti semua dari anda yang pernah kecil, pasti tahu lagu yang satu ini…
When You Wish Upon a Star
Music by Leigh Harline / Lyrics by Ned Washington
Performed by Jiminy Cricket (Cliff Edwards)
(http://en.wikipedia.org/wiki/When_You_Wish_upon_a_Star)
Lagu ini dipopulerkan lewat film Pinocchio (http://en.wikipedia.org/wiki/Pinocchio). Dulu saya mendengarkan lagu ini hampir setiap hari, Yes, I also have a dream, saya sering mendengarkan lagu ini untuk menyemangati diri saya sendiri. Walaupun secara ‘maksud’ lagu ini menurut saya kurang bagus, there’s no connection between your dream and a star ^ ^, ada kalimat yang bagus sekali pada lagu tersebut yaitu,
If your heart is in your dream, no request is too extreme.
Apa perbedaan antara angan-angan dan impian? Angan-angan sama dengan mimpi di siang bolong. Yak benar, tapi kurang tepat. Perbedaannya ada dua menurut saya, yang pertama adalah masalah hati. Heart. Soul. Kita berikan hati kita kepada impian kita. Kita mampu meneteskan air mata bahagia pada saat kita bayangkan kita mampu mencapai impian itu. Perbedaan kedua antara impian dan angan-angan adalah impian itu tertulis secara detil dan angan-angan tidak. Hah? tertulis? jadi maksud loe gue harus tulis impian gue di kertas gitu? Correct! Tertulis secara detil satu per satu. Gampang donk. Hehe….try it yourself, it’s quite hard you know.
Mengapa banyak sekali kita liat teman-teman kita, saudara-saudara kita, atau orang-orang yang lalu-lalang di sekitar kita, terlihat stres dan kurang bersemangat? Menurut saya, cuma satu saja jawabannya, yaitu karena mereka sekarang berada di posisi yang tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. Mengapa itu bisa terjadi? karena mereka tidak tahu apa yang mereka inginkan. Banyak orang yang kita kenal, yang berada di sekitar kita, tidak tahu apa yang mereka inginkan, mereka hanya menjalani hidup kemanapun air mengalir, kemanapun angin berhembus. Pasti Anda pernah mendengar pepatah mengatakan, hanya ikan mati yang ikut arus. Ataupun kalau mereka tahu apa yang mereka inginkan, mereka ‘seolah-olah’ tidak tahu, mereka telah mengubur impian mereka di ‘pojok sempit-suram’ hati mereka. Mereka malu untuk mengakui bahwa mereka punya mimpi itu, tetapi mereka simpan. Mereka takut ditertawakan oleh dunia ini. Ditertawakan sahabat mereka sendiri. Ditertawakan orang-orang di rumah. Ditertawakan teman gereja (ironis!). Dan pada akhirnya…..mereka menertawakan diri mereka sendiri. ”NAIF BGT GUA!!“, sambil tertawa.
Kenapa kita harus takut?
Be careful what you set your heart on, for it will surely be yours
- Ralph Waldo Emerson -
(Essayist & Philosopoher)
Justru, kita harus berhati-hati dalam bermimpi, karena mimpi itu bisa jadi kenyataan. Saya senang sekali dengan lirik dari lagu ‘Dream On‘ yang dinyanyikan oleh Ernie Haase + Signature Sound. Lagu ini saya dapat sewaktu mencari lagu untuk Kingdom Gathering di gereja & Gembala kami Bpk. Ir. Timotius Arifin mengusulkan lagu ini.
Dream on
When Joseph was a little boy
He was driven by his dreams
God spoke to him
Told him He had chosen him
When others didn’t understand
Joseph still believed
And trusted Him
Trusted and was willing to
Dream on
When the world just didn’t believe
God had promised
Never to leave him alone
Dream on
Follow hope wherever it leads
In the seed of dreams
There’s promise of the dawn
Dare to listen for the music
Keep on following the star
Morning can’t be far
Dream onThere’s not a valley deep enough
That He can’t lead you through
He’ll walk with you
Walk the roughest roads with you
No mountain ever rose so high
That you can’t climb with Him
Then stand up tall
Stand and look down on it all[diambil dari www.songlyrics.com]
Jadi, apapun kondisi Anda saat ini, mungkin itu kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, kondisi keluarga yang berantakan, kondisi fisik yang parah, kondisi negara yang tidak stabil, Anda sudah gagal ratusan kali, atau apapun masalah Anda, tidak ada kata mustahil untuk mengejar impian Anda.
Yang paling penting bukan dimana Anda berada saat ini, tapi kemana tujuan Anda.
Impossible is nothing!
Selamat mengejar impian Anda. Sekali lagi, saya ingin membagikan kembali ayat kesayangan saya
I can do everything through him who gives me strength.
- Phil. 4:13 -
(New International Version)Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
- Fil. 4:13 -

Jesus Loves You
- [APWS]-
Kripik Harian
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
- Kis 4:12














